Sering Nyeri dan Sendi Berbunyi Setiap Stretching, Apakah Berbahaya?
Tuesday, 06 January 2026Bunyi “krek”, atau “klik”, saat stretching
adalah hal yang cukup umum. Banyak orang mengalaminya, terutama ketika bangun
tidur atau setelah duduk lama. Namun, ketika bunyi itu disertai rasa nyeri,
wajar jika muncul kekhawatiran: Apakah ini tanda masalah pada sendi? Apakah
kondisi ini berbahaya?
Untuk memahami jawabannya, kita perlu
melihat apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh tiap kali sendi berbunyi.
Apa Penyebab Sendi Berbunyi Saat
Digertakkan atau Diregangkan?
Dalam dunia medis, bunyi sendi disebut crepitus. Bunyi ini bisa terjadi
karena beberapa hal:
1. Gelembung Gas di Cairan Sendi
Ada cairan pelumas bernama synovial fluid di dalam sendi. Saat kita
meregangkan atau menggerakkan sendi, tekanan berubah dan memecahkan gelembung
gas di cairan tersebut — ini menimbulkan bunyi. Umumnya hal ini tidak
berbahaya.
2. Gesekan Jaringan Sekitar Sendi
Tendon atau ligamen bisa bergeser sedikit dari posisi semula lalu kembali ke
tempatnya ketika sendi digerakkan. Ini bisa menimbulkan bunyi klik, biasanya
tidak berbahaya selama tidak disertai nyeri.
3. Permukaan Sendi yang Mulai Aus
Pada usia tertentu atau aktivitas berlebih, tulang rawan mulai menipis.
Efeknya, permukaan sendi jadi tidak lagi mulus sehingga timbul gesekan. Bunyi
yang terjadi biasanya lebih sering dan kadang disertai rasa ngilu.
Kapan Bunyi Sendi Menjadi Tanda Bahaya?
Bunyi sendi tanpa rasa sakit umumnya
aman. Namun, kamu perlu waspada jika bunyi tersebut disertai gejala seperti:
- Nyeri tiap kali digerakkan
- Kaku pada sendi, terutama pagi hari
- Benjolan kecil atau pembengkakan
- Sendi terasa tidak stabil
- Kekuatan gerak menurun
Dalam studi yang diterbitkan di Arthritis
Care & Research, sendi berbunyi yang disertai nyeri lebih sering terkait
dengan penurunan kualitas tulang rawan atau tanda awal osteoartritis.
Sementara sendi berbunyi tanpa nyeri cenderung bukan masalah besar.
Mengapa Stretching Sering Memunculkan Bunyi Sendi?
Saat stretching, posisi tubuh berubah cukup
drastis dan otot menjadi lebih panjang serta rileks. Tendon yang semula “ketat”
dapat bergeser tiba-tiba dan menghasilkan bunyi. Selain itu, stretching
meningkatkan ruang antar sendi, sehingga gelembung gas dalam cairan sendi dapat
pecah.
Jika diikuti nyeri atau rasa ngilu, bisa
jadi itu tanda:
- Otot kurang fleksibel
- Beban aktivitas terlalu berat
- Inflamasi ringan pada sendi
- Kurang nutrisi yang mendukung kesehatan sendi
Apakah Perlu Dikhawatirkan?
Tidak selalu. Jika bunyi sendimu tidak
disertai nyeri, itu masih dalam kategori normal.
Namun jika kamu mengalami nyeri berulang, merasa
sendi cepat pegal atau kaku, serta merasa mobilitas menurun, maka tubuh sedang
memberi sinyal bahwa sendi dan tulang rawan membutuhkan dukungan ekstra.
Dukung Kesehatan Sendi dengan Nutrisi
yang Tepat
Selain menjaga berat badan ideal, rutin
stretching, dan olahraga ringan, kamu juga bisa memberi “bantuan” tambahan
untuk sendi melalui nutrisi yang dirancang untuk memelihara jaringan sendi.
Salah satu pendukung harian yang bisa
membantu adalah hemaviton JointCareMAX, dengan kandungan:
- Glucosamine dan Chondroitin
untuk memelihara kesehatan tulang rawan
- MSM untuk membantu mengurangi rasa
tidak nyaman pada sendi
Kombinasi ini bekerja membantu menjaga kelenturan sendi serta mendukung pergerakan tubuh tetap nyaman, terutama bagi kamu yang aktif, sering berolahraga, atau mulai merasakan tanda-tanda ketidaknyamanan sendi. Menjaga kesehatan sendi bukan hanya soal usia. Mulailah dari kebiasaan kecil yang konsisten: gerak aktif, hidrasi cukup, dan nutrisi yang tepat agar tubuh tetap nyaman beraktivitas setiap hari. Yuk terus Jalani Hari Aktif!
Related Article
Aturan Minum Vitamin C yang Aman untuk Orang Dewasa
Vitamin C dikenal sebagai salah satu nutrisi penting yang berperan besar dalam menjaga daya tahan tubuh,...
SELENGKAPNYA