Jangan Sepelekan, Ini Dampaknya Jika Tubuh Kita Kekurangan Omega-3!
Monday, 05 January 2026Omega-3 sering dianggap sebagai nutrisi
pelengkap, padahal perannya sangat krusial bagi tubuh. Sebagai asam lemak esensial, Omega-3 tidak
dapat diproduksi sendiri oleh tubuh sehingga harus dipenuhi dari makanan atau
suplemen. Ketika asupannya kurang, dampaknya tidak hanya terasa pada satu
organ, tetapi bisa memengaruhi kesehatan tubuh secara menyeluruh—mulai dari
jantung, otak, hingga kesehatan mental.
Sejumlah penelitian medis menunjukkan bahwa
rendahnya asupan Omega-3 berkaitan erat dengan meningkatnya peradangan dan
risiko penyakit kronis. Salah satunya dipublikasikan dalam American Journal
of Clinical Nutrition (2019) yang menyebutkan bahwa kekurangan EPA dan DHA
berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular akibat peradangan
sistemik yang tidak terkontrol.
1. Risiko Penyakit Jantung Semakin
Meningkat
Salah satu dampak paling serius dari
kekurangan Omega-3 adalah gangguan kesehatan jantung. EPA dan DHA berperan
dalam menurunkan kadar trigliserida, menjaga elastisitas pembuluh darah, serta
membantu mencegah pembentukan plak. Tanpa asupan Omega-3 yang cukup, jantung
harus bekerja lebih keras dan risiko penyakit jantung pun meningkat.
2. Fungsi Otak dan Konsentrasi Menurun
DHA merupakan komponen penting dalam
struktur sel otak. Kekurangan Omega-3 dapat menyebabkan penurunan daya ingat,
sulit fokus, hingga menurunnya fungsi kognitif secara perlahan. Penelitian
dalam Journal of Affective Disorders (2018) juga menunjukkan bahwa kadar
EPA yang rendah berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan suasana hati dan
depresi.
3. Sendi Lebih Mudah Nyeri dan Kaku
Omega-3 dikenal memiliki efek antiinflamasi
alami. Ketika tubuh kekurangan Omega-3, peradangan pada sendi lebih mudah terjadi,
sehingga sendi terasa kaku, nyeri, dan kurang fleksibel—terutama pada orang
dewasa aktif dan lansia.
4. Mata Mudah Kering dan Penglihatan
Terganggu
DHA merupakan bagian penting dari retina
mata. Asupan Omega-3 yang tidak mencukupi dapat menyebabkan mata kering, mudah
perih, dan dalam jangka panjang berisiko mengganggu fungsi penglihatan.
5. Mood Tidak Stabil dan Mudah Cemas
Kekurangan Omega-3 juga dapat memengaruhi
kesehatan mental. EPA berperan dalam membantu mengatur neurotransmitter yang
memengaruhi suasana hati. Ketika kadarnya rendah, seseorang bisa lebih mudah
merasa cemas, lelah secara mental, dan mengalami perubahan mood.
6. Kulit Lebih Kering dan Cepat Menua
Omega-3 membantu menjaga kelembapan kulit
dan memperkuat skin barrier. Kekurangannya dapat membuat kulit tampak kusam,
kering, lebih sensitif, serta mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan.
Penuhi Kebutuhan Omega-3 Sebelum
Terlambat
Untuk orang dewasa, kebutuhan Omega-3 bisa
diperoleh dari ikan berlemak, minyak ikan, atau suplemen. Namun, tidak semua
orang dapat rutin mengonsumsi makanan sumber Omega-3 dalam jumlah cukup.
Di sinilah hemaviton FitOmega-3
dapat menjadi solusi praktis. Mengandung Fish Oil 1200 mg per serving
yang kaya EPA dan DHA, hemaviton FitOmega-3 untuk bantu memelihara kesehatan
tubuh setiap hari.
Dengan konsumsi rutin dan gaya hidup sehat, hemaviton FitOmega-3 dapat membantu menjaga kesehatan jantung, otak, sendi, kulit, dan tubuh secara menyeluruh. Jangan sepelekan kekurangan Omega-3 sebelum dampaknya benar-benar terjadi pada diri kita. Love Your Life!
Related Article
Lagi Jenuh di Kantor? Ini 5 Cara Melatih Otak agar Kembali Konsentrasi
Pernah merasa tiba-tiba kehilangan fokus di tengah pekerjaan kantor? Mata masih di depan laptop, tapi...
SELENGKAPNYA