Apa yang Terjadi Saat Tubuh Kita Mengalami Kesemutan?

Tuesday, 06 January 2026

Pernah tiba-tiba merasakan sensasi seperti “ditusuk jarum halus” di tangan atau kaki setelah duduk terlalu lama? Itulah yang disebut kesemutan, atau paresthesia dalam istilah medis. Meski sering dianggap sepele, kesemutan sebenarnya bisa menjadi sinyal penting bahwa sistem saraf dan aliran darah kita sedang tidak seimbang.

 

1. Tekanan pada Saraf Jadi Pemicu Utama

Kesemutan sementara biasanya muncul karena tekanan pada saraf atau pembuluh darah, misalnya saat duduk bersila terlalu lama. Begitu posisi tubuh berubah, aliran darah kembali normal dan sensasi itu pun hilang.
Namun, jika kesemutan sering muncul tanpa sebab yang jelas, bisa jadi itu pertanda adanya gangguan pada sistem saraf tepi atau neuropati perifer.

 

2. Apa yang Terjadi di Dalam Tubuh?

Saat saraf kekurangan oksigen dan nutrisi akibat aliran darah yang terganggu, transmisi sinyal saraf menjadi tidak stabil. Akibatnya muncul rasa geli, baal, atau seperti dialiri listrik kecil.
Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan pelindung serabut saraf (mielin)—yang berperan penting menjaga fungsi saraf tetap optimal.

 

3. Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai

Kesemutan bisa dipicu oleh berbagai hal, seperti:

  • Kekurangan vitamin B kompleks (B1, B6, B12)
  • Kadar gula darah tinggi (diabetes)
  • Cedera atau tekanan pada saraf
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Kurang bergerak atau duduk terlalu lama

Dalam jurnal Peripheral Neuropathy: Pathogenic Mechanisms and Alternative Therapies (International Journal of Molecular Sciences, 2020), disebutkan bahwa kekurangan vitamin B kompleks merupakan salah satu penyebab utama gangguan saraf tepi karena berperan dalam metabolisme energi dan regenerasi jaringan saraf.

Sementara itu, penelitian dalam Journal of Neurology (2019) juga melaporkan bahwa suplementasi vitamin B1, B6, dan B12 secara rutin dapat memperbaiki fungsi saraf perifer dan mengurangi gejala kesemutan pada pasien neuropati ringan hingga sedang.

 

4. Cara Mengurangi dan Mencegah Kesemutan

Beberapa langkah sederhana bisa membantu mengurangi risiko kesemutan:
- Ubah posisi duduk atau berdiri secara berkala
- Lakukan peregangan ringan setiap jam
- Konsumsi makanan tinggi vitamin B
- Hindari mengonsumsi alkohol
- Jaga kadar gula darah dan tekanan darah tetap stabil

 

Bantu Regenerasi Saraf dengan hemaviton Neuro Forte

Untuk menjaga kesehatan saraf dan membantu mengatasi penyebab kesemutan, dukung tubuhmu dengan hemaviton Neuro Forte.
Dengan Neuro Active Formula yang Mengandung kombinasi optimal dari vitamin B berikut:

  • Vitamin B1 100 mg – membantu metabolisme karbohidrat dan memelihara serabut saraf
  • Vitamin B6 100 mg – berperan dalam metabolisme protein dan pembentukan neurotransmitter
  • Vitamin B12 5000 mcg – penting untuk pematangan sel dan perawatan jaringan saraf

Kandungan Vitamin B1, B6, dan B12 bekerja sinergis membantu memperbaiki kerusakan sel saraf (neuropati perifer) penyebab kebas, kram, dan kesemutan.

hemaviton Neuro Forte juga telah memiliki sertifikasi halal dari MUI & BPJPH, dan dianjurkan dikonsumsi 1 kaplet per hari setelah makan. Jangan lupa menerapkan pola hidup aktif, konsumsi makanan bergizi, dan lengkapi dengan hemaviton Neuro Forte agar sistem saraf tetap kuat, tubuh terasa bugar, dan bisa terus Jalani hari Aktif tanpa gangguan.

hemaviton Neuro Forte, Pilihan Cerdas Obati Kebas & Kesemutan Akibat Kekurangan Vitamin Neurotropik.