Lebaran Nyaman, Waspada Kolesterol Tinggi dan Penyakit Jantung di Usia Muda

Thursday, 12 March 2026

Lebaran identik dengan berbagai hidangan lezat yang menggugah selera. Namun, sebagian besar menu khas Lebaran termasuk dalam kategori makanan tinggi lemak, terutama yang menggunakan santan. Jika dikonsumsi secara berlebihan, makanan tersebut dapat memberikan dampak bagi tubuh, termasuk meningkatkan kadar kolesterol yang berisiko pada kesehatan jantung. Karena itu, penting untuk memahami cara menikmati hidangan Lebaran dengan lebih bijak agar tetap dapat menjaga kesehatan tubuh.


Mengapa Makanan Bersantan atau Makanan Tinggi Lemak Identik dengan Menu Lebaran?

Banyak hidangan khas Lebaran menggunakan santan sebagai bahan utama karena memberikan rasa gurih dan tekstur yang lebih kaya. Santan juga mampu memperkuat cita rasa berbagai masakan tradisional. Beberapa contoh menu Lebaran yang dikenal sebagai makanan tinggi lemak antara lain:

• Opor ayam

• Rendang

• Gulai

• Sambal goreng ati

• Sayur lodeh

Walaupun lezat, konsumsi makanan ini dalam jumlah besar dapat memengaruhi keseimbangan lemak dalam tubuh.


Dampak Makanan Bersantan bagi Tubuh Jika Dikonsumsi Berlebihan

Melansir dari Halodoc, santan mengandung lemak yang cukup tinggi, terutama lemak jenuh. Lemak ini memberikan rasa gurih pada makanan, namun jika dikonsumsi berlebihan tentu dapat memberikan dampak yang buruk bagi tubuh. Tak hanya itu saja, santan juga memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi, yaitu 230 kalori untuk setiap 100 gram konsumsinya.

Mengonsumsi makanan bersantan dalam jumlah wajar sebenarnya tidak menjadi masalah. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan dalam waktu singkat, seperti saat Lebaran, beberapa dampak yang dapat terjadi antara lain:

• Peningkatan kadar kolesterol dalam darah

• Berat badan meningkat

• Tubuh terasa lebih cepat lelah

• Gangguan metabolisme lemak dalam tubuh

• Meningkatkan risiko penyakit jantung di usia muda

Selain santan, makanan lebaran seperti rendang, gulai, atau sambal goreng ati juga sering dimasak dengan minyak atau bahan berlemak lainnya, sehingga total asupan lemak menjadi lebih tinggi dibandingkan pola makan sehari-hari.


Risiko Penyakit Jantung di Usia Muda Akibat Pola Makan Tinggi Lemak

Melansir dari situs Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, saat ini kasus serangan jantung pada usia muda semakin meningkat dan menjadi perhatian di dunia medis. Diperkirakan sekitar 5–10% kasus serangan jantung akut terjadi pada usia 30–40 tahun. Kondisi ini tentu berdampak besar terhadap kualitas hidup dan produktivitas seseorang.

Secara umum, penyebab serangan jantung pada usia muda tidak jauh berbeda dengan yang terjadi pada usia lanjut. Namun, beberapa faktor berikut sering menjadi pemicunya:

1. Aterosklerosis dini atau kondisi pengerasan atau penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan plak. Pada usia muda, kondisi ini sering dipicu oleh pola makan tinggi lemak jenuh, kurang aktivitas fisik, serta gaya hidup tidak sehat sejak dini.

2. Faktor genetic seperti familial hypercholesterolemia yang menyebabkan kadar kolesterol tinggi sejak usia muda. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terbentuknya plak pada pembuluh darah jantung.

3. Kebiasaan merokok dan konsumsi alcohol dapat merusak dinding pembuluh darah dan mempercepat proses penumpukan plak, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung.

4. Penggunaan obat terlarang seperti kokain dan amfetamin dapat menyebabkan penyempitan mendadak pada pembuluh darah jantung dan memicu serangan jantung secara tiba-tiba.

5. Stres berkepanjangan dan depresi juga dapat memengaruhi kesehatan jantung karena dapat meningkatkan tekanan darah dan mengganggu fungsi jantung.


Tanda-Tanda Kadar Kolesterol Mulai Meningkat

Peningkatan kolesterol sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Namun, beberapa tanda yang kadang muncul antara lain:

• Tubuh mudah lelah

• Sering merasa berat pada bagian tengkuk atau kepala

• Mudah mengantuk setelah makan berat

• Nyeri atau tidak nyaman pada dada

Meski begitu, cara paling akurat untuk mengetahui kadar kolesterol tetap melalui pemeriksaan kesehatan.


Cara Menjaga Kadar Kolesterol Setelah Makan Berat Saat Lebaran

Menikmati hidangan lebaran tetap boleh dilakukan, asalkan diimbangi dengan langkah menjaga kesehatan. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kadar kolesterol setelah makan berat antara lain:

• Mengatur porsi makan agar tidak berlebihan

• Menambah konsumsi sayur dan buah yang tinggi serat

• Minum air putih yang cukup

• Tetap aktif bergerak atau melakukan aktivitas fisik ringan

• Mengurangi konsumsi makanan berlemak di waktu makan berikutnya

• Jangan lupa periksa kadar kolestereol dalam tubuh secara berkala

Selain itu, penggunaan suplemen penurun kolesterol juga dapat membantu menjaga keseimbangan kadar kolesterol dalam tubuh, terutama setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak, seperti hemaviton Cardio & hemaviton FitOmega-3.

Complete Care Duo hemaviton Cardio & hemaviton FitOmega-3 membantu turunkan kolesterol. hemaviton Cardio dengan kandungan Phytosterol bantu kurangi kolesterol dan hemaviton FitOmega-3 dengan Fish Oil 1200 mg bantu memelihara Kesehatan tubuh.



FAQ seputar Konsumsi Makanan Tinggi Lemak Saat Lebaran dan Risiko Penyakit Jantung di Usia Muda

1. Apakah makanan bersantan selalu buruk bagi kesehatan?

Tidak selalu. Makanan bersantan masih bisa dikonsumsi selama tidak berlebihan dan tetap diimbangi dengan pola makan yang seimbang.

2. Bagaimana cara menjaga kadar kolesterol setelah makan makanan tinggi lemak?

Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain memperbanyak konsumsi serat, minum air yang cukup, tetap aktif bergerak, mengatur porsi makan, dan minum suplemen penurun kolesterol, terutama sebelum atau saat mengonsumsi makanan tinggi lemak. Suplemen penurun kolesterol dapat membantu menjaga keseimbangan kadar kolesterol dalam tubuh jika dikonsumsi sesuai anjuran dan diimbangi dengan pola hidup sehat.

3. Apakah penyakit jantung bisa terjadi di usia muda?

Ya. Pola makan tinggi lemak, kurang aktivitas fisik, serta gaya hidup tidak sehat dapat meningkatkan risiko penyakit jantung di usia muda.


Source:

Halodoc - https://www.halodoc.com/artikel/santan-sebabkan-kolesterol-tinggi-mitos-atau-fakta?srsltid=AfmBOopSHNUPBa088EaoR6EhrANNzwSDU1MKJjy91wpe3gw2ztyOaDgC

Kemkes - https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3803/kejadian-serangan-jantung-pada-usia-muda-apakah-anda-termasuk-berisiko