Pengen Ikutan Fitness Race di Tahun Depan? Lakukan 5 Hal Ini Buat Menjaga Daya Tahan Tubuh Kamu

Friday, 24 July 2026

fitness race menjadi salah satu ajang fitness race yang sedang naik daun di berbagai negara, termasuk Indonesia. Menggabungkan lari sejauh 8 kilometer yang diselingi delapan functional workout seperti sled push, rowing, burpee broad jump, farmer's carry, hingga wall ball, fitness race sukses menarik perhatian pemula maupun atlet berpengalaman. Tak heran, banyak orang tertarik mencoba olahraga ini bahkan mengikuti kompetisinya.

Kalau kamu salah satu yange berminat ikut ajang fitness race tahun depan, persiapan tidak cukup dilakukan beberapa minggu sebelum lomba. Dibutuhkan latihan yang konsisten, pola makan yang tepat, serta daya tahan tubuh yang terjaga agar mampu menyelesaikan setiap tantangan. Berikut lima hal yang bisa mulai kamu lakukan dari sekarang.


1. Bangun Fondasi Kardio Sejak Dini

fitness race mengombinasikan lari dengan latihan kekuatan, sehingga kapasitas aerobik menjadi salah satu faktor penentu performa. Mulailah dengan latihan lari 2–4 kali seminggu, dipadukan dengan interval training atau tempo run.


2. Fokus pada Strength Training Fungsional

Berbeda dengan lomba lari biasa, fitness race menuntut kekuatan seluruh tubuh. Oleh karena itu, prioritaskan latihan compound movement seperti squat, deadlift, lunges, push-up, rowing, dan overhead press. Tambahkan pula latihan membawa beban (farmer's carry), sled push, atau latihan menggunakan sandbag agar tubuh terbiasa menghadapi tantangan di lintasan.

Sebuah artikel dari dari American College of Sports Medicine menyebutkan bahwa latihan ketahanan secara progresif efektif meningkatkan kekuatan, daya tahan otot, serta kemampuan melakukan aktivitas fungsional sehari-hari maupun olahraga.


3. Penuhi Asupan Gizi untuk Mendukung Performa

Tubuh membutuhkan bahan bakar yang cukup agar mampu menjalani latihan dengan intensitas tinggi. Pastikan kebutuhan karbohidrat terpenuhi sebagai sumber energi utama, protein berkualitas untuk membantu pemulihan otot, serta lemak sehat sebagai cadangan energi.

Jangan lupa mencukupi kebutuhan cairan dan elektrolit, terutama jika latihan dilakukan dalam durasi panjang atau di cuaca panas. Dehidrasi ringan saja sudah dapat menurunkan performa fisik dan konsentrasi selama berolahraga.


4. Jangan Abaikan Recovery dan Daya Tahan Tubuh

Semakin intens latihan, semakin besar pula kebutuhan tubuh untuk pulih. Tidur selama 7–9 jam setiap malam, lakukan stretching, serta jadwalkan hari istirahat agar tubuh memiliki waktu memperbaiki jaringan otot.

Selain pola hidup sehat, kamu juga bisa melengkapi kebutuhan nutrisi harian dengan hemaviton Action ImunUP yang dilengkapi dengan Zinc, Buffered Vit. C & Vitamin D untuk Bantu Jaga Daya Tahan Tubuh. Buffered Vitamin C juga lebih tidak asam sehingga lebih nyaman di lambung.


5. Latih Mental dan Simulasikan Race

fitness race bukan hanya menguji fisik, tetapi juga mental. Cobalah melakukan simulasi latihan dengan menggabungkan lari dan beberapa functional workout tanpa jeda panjang. Selain membiasakan tubuh menghadapi transisi antar-latihan, simulasi ini juga membantu membangun strategi pacing agar energi tidak habis di awal perlombaan.

Ingat, target utama bukan hanya menyelesaikan seluruh station, tetapi juga menikmatinya dalam kondisi tubuh yang siap dan bugar. Dengan persiapan yang matang sejak sekarang, peluang untuk tampil maksimal di ajang fitness race yang kamu ikuti akan semakin besar!


Artikel Lainnya: Cara Menjaga Energi Saat Berolahraga dengan 5 Cara Berikut

 

FAQ

1. Berapa lama waktu ideal untuk mempersiapkan fitness race?

Idealnya 3–6 bulan, tergantung tingkat kebugaran awal. Pemula dapat memulai lebih awal agar tubuh beradaptasi secara bertahap.

2. Apakah fitness race hanya untuk atlet profesional?

Tidak. fitness race memiliki kategori Open yang dirancang untuk masyarakat umum dengan persiapan latihan yang sesuai.

3. Apakah suplemen bisa menggantikan pola makan sehat?

Tidak. Suplemen berfungsi melengkapi kebutuhan nutrisi harian, sementara fondasi utama tetap berasal dari pola makan bergizi seimbang, latihan teratur, dan istirahat yang cukup.

 

Daftar Pustaka

  1. American College of Sports Medicine. ACSM's Guidelines for Exercise Testing and Prescription. 11th Edition. 2021.
  2. American College of Sports Medicine. Progression Models in Resistance Training for Healthy Adults. Medicine & Science in Sports & Exercise. 2009;41(3):687–708.
  3. Gombart AF, Pierre A, Maggini S. A Review of Micronutrients and the Immune System—Working in Harmony to Reduce the Risk of Infection. Nutrients. 2020;12(1):236.
  4. Thomas DT, Erdman KA, Burke LM. Position of the Academy of Nutrition and Dietetics, Dietitians of Canada, and the American College of Sports Medicine: Nutrition and Athletic Performance. Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics. 2016;116(3):501–528.