Tips Memilih Jurusan S2

Tuesday, 06 December 2016

Punya teman yang sedang berencana untuk melanjutkan studi S2 di luar negeri, lalu kamu tertarik dan ikut-ikutan cari informasi? Memang tak salah kita mencari ilmu yang setinggi-tingginya. Justru ini tanda bahwa kita adalah manusia yang ingin terus berkembang. Tapi sayang, kuliah master biayanya tidak murah. Puluhan juta bisa habis dalam satu sampai dua tahun masa perkuliahan. Untuk itu jangan sampai jurusan yang kamu pilih ternyata kurang tepat untukmu ya! Coba ikuti kuis berikut untuk membantumu memilih jurusan S2 :

1. Apa goal kamu setelah menyelesaikan kuliah S2?
a. Ingin memulai bisnis, wiraswasta, atau berkarya secara independen
b. Menapaki tingkat lebih tinggi pada jenjang karier
c. Banting stir karier dan mencoba bidang pekerjaan baru

2. Menurut kata hati, mana diantara pilihan berikut yang paling penting untukmu?
a. Membangun koneksi & networking
b. Prospek gaji bulanan yang lebih tinggi
c. Berkantor dan bekerja sesuai passion

3. Seperti apa pekerjaan yang kamu inginkan?
a. Posisi managerial, pimpinan, atau decision maker.
b. Yang tetap berhubungan dengan latar belakang S1 dan industri yang sedang kamu geluti
c. Sebuah bidang pekerjaan yang berbeda dengan bidang yang kamu geluti selama ini

4. Apa yang lebih kamu kejar, gelarnya atau ilmunya?
a. Gelar yang diakui lebih penting, karena toh ilmu bisa dipelajari dengan terjun langsung ke lapangan (learning by doing)
b. Ilmu sangat dibutuhkan untuk bekal praktik ke depan. Gelar mengikuti di belakang.
c. Sama-sama penting. Kamu ingin memperdalam ilmu sesuai passion kamu sekaligus memperoleh gelar sebagai bukti skill yang sah karena latar belakang S1 kamu kurang sesuai.

5. Seberapa siap kamu mengorbankan waktu dan tenaga untuk kuliah master?
a. Siap berkomitmen penuh waktu, karena konsentrasi dipusatkan untuk kuliah
b. Hanya siap pada waktu tertentu yang terbatas, karena harus kerja sambil kuliah.
c. Siap mengerahkan waktu dan tenaga ekstra, jika jurusannya sesuai passion.


Kalau kamu kebanyakan menjawab…

A : Pilihlah jurusan yang lebih umum dan diakui secara luas

Kamu punya keinginan untuk membangun usaha sendiri, ataupun memimpin tim kamu di perusahaan. Untuk mendukung ini, hal utama yang kamu perlukan adalah skill komunikasi yang bagus dan networking yang luas. Dapatkan manfaat ini dengan cara melanjutkan sekolah S2 di jurusan yang luas diakui di dunia bisnis, seperti kelas magister Management, Business Administration, dll. Syarat masuk untuk jurusan yang umum seperti ini juga biasanya tidak sulit. Kamu tidak perlu mengantongi ijazah sarjana yang berkaitan dan tak perlu mengikuti program penyesuaian (matrikulasi). Jika kamu betul-betul serius dengan pilihan ini, usahakan untuk memilih perguruan tinggi negeri atau swasta yang terkemuka karena memperbesar peluang kamu menemui dan bekerja kelompok dengan teman-teman dengan potensi SDM yang tinggi.

B : Pilihlah jurusan yang terspesialisasi

Di bidang yang sedang kamu tekuni sekarang, kamu memang harus melanjutkan gelar keahlianmu agar bisa naik ke jenjang karier yang lebih tinggi. Dengan kata lain, tuntutan profesilah yang mendorongmu untuk lanjut kuliah S2. Misalnya seorang dokter umum belajar jadi dokter spesialis, atau seorang desainer grafis belajar jadi ahli desain UI/UX. Bila bidang keilmuan yang ingin kita tekuni belum tersedia di perguruan tinggi Indonesia, coba saja kejar sampai ke luar negeri. Memang sih biayanya makin mahal, tetapi dengan banyaknya pilihan beasiswa, tak ada yang tak mungkin asal kamu berusaha! Selain memikirkan kuliahnya, pastikan kamu benar-benar siap dipekerjakan setelah lulus S2 ya.

C : Pilihlah jurusan yang spesifik namun dapat memberi ilmu pengetahuan yang cenderung luas

Kamu senang belajar dan cenderung ingin mencoba bidang yang tidak berkaitan dengan pendidikan S1 kamu. Oleh karena itu pilihan jurusan yang spesifik namun tetap general seperti magister Seni Kuliner, Desain Interior, Akuntansi, Ilmu Komunikasi, Hubungan Internasional, dll. Dengan pilihan seperti ini, kamu bisa dapat bekal dalam mencoba bidang baru tapi juga ilmunya cukup luas untuk diaplikasikan ke bidang lainnya seandainya kalau ternyata bidang baru ini tidak cocok denganmu.
Langkah pertama, lakukan konsultasi dengan pihak universitas. Apakah kualifikasi akademismu sebelumnya sudah mencukupi, ataukah kamu harus menjalani program matrikulasi untuk mengejar ketertinggalan. Kamu juga harus siap untuk belajar lebih ekstra, namanya juga menggeluti bidang baru.
Jangan lupa juga lakukan riset kecil-kecilan tentang prospek lapangan pekerjaan ke depan ya!

Sambil belajar, jangan lupa tingkatkan stamina dan konsentrasimu dengan hemaviton Stamina Plus. Terutama untuk yang kuliah sambil bekerja. hemaviton Stamina Plus mengandung L-Glutamic acid serta Folic Acid untuk meningkatkan konsentrasi dan daya ingat; Ginseng Extract untuk tingkatkan stamina dan jaga kesehatan tubuh, serta Vitamin A, C, E, dan Mineral Zinc sebagai antioksidan penangkal radikal bebas. Minum 2 kali sehari 1 kapsul untuk stamina bagus dan pikiran kembali fokus. Semoga berguna!