Macam-macam Kue Tradisional Khas Nusantara Jumat, 29 September 2017

Macam-macam Kue Tradisional Khas Nusantara

Berbagai macam kue tradisonal khas nusantara yang dikenal juga sebagai kue basah atau jajanan pasar. Meskipun terkesan ‘jadul’, nyatanya makanan ini masih digemari oleh banyak orang lho. Tidak hanya untuk acara-acara khusus, untuk ngemil sehari-hari pun masih banyak yang mencarinya. Di antara beragam kue tradisional, 5 kue di bawah ini adalah yang cukup sering dicari orang. Ada favoritmu nggak ya?

Klepon

Kue klepon memang punya ukuran yang mini, tetapi ibarat ‘bom atom’ begitu kamu memasukkannya ke mulut dan isian gula merahnya ‘meledak’ di mulut, maka nikmatnya bakal bikin kamu ketagihan. Sementara itu bagian luarnya yang berbentuk bulat dan berwarna hijau terbuat dari kombinasi tepung ketan, santan, dan air rebusan daun suji sehingga teksturnya kenyal saat dikunyah. Jangan lupa juga taburan kelapa parut kukus yang gurih di atasnya untuk mengimbangi rasa gula merah yang manis.

Lupis

Campuran tepung ketan, kelapa, dan gula merah hampir selalu menjadi bahan dasar dari beragam kue khas nusantara. Hanya saja, takaran, tekstur, bentuk, dan cara pembuatannya memiliki banyak macam. Untuk kue lupis, ketan diolah dan dibungkus daun pisang sebelum dikukus. Biasanya lupis berbentuk segitiga meskipun ada pula yang dibentuk bundar. Setelah matang, lupis disajikan dengan siraman gula merah kental dan taburan kelapa parut.

Cente Manis

Kue cente manis banyak disukai karena rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut. Selain itu, tampilannya juga cantik dan menggugah selera. Awalnya kue yang terbuat dari tepung hunkue (kacang hijau) ini dipadukan dengan sagu mutiara yang berwarna merah muda. Namun dalam perkembangannya, campuran dalam kue cente manis tidak hanya sagu mutiara, tetapi juga bisa diganti dengan irisan pisang, ketan hitam, diberi perisa cokelat dan sebagainya. Seiring banyaknya inovasi isi dan tampilan kue cente manis, orang-orang pun semakin menggemarinya.

Putu Mayang

Kue putu mayang punya bentuk yang unik. Kue ini biasanya terdiri dari tiga macam warna; hijau, merah muda, dan putih. Bahan dasarnya adalah tepung beras yang dibentuk menyerupai gulungan mie. Untuk menyantapnya, putu mayang disirami dulu dengan campuran santan dan gula merah.

Dadar Gulung

Kue dadar gulung termasuk jajanan pasar favorit yang proses pembuatannya cukup mudah. Pertama-tama kamu bisa menyiapkan kulit luarnya lebih dulu yang terdiri dari campuran tepung terigu, tepung ketan, santan, dan telur. Campurkan dengan air dan sedikit garam. Untuk warna hijaunya didapatkan dari air rebusan daun suji. Setelah bahan tercampur, tuangkan adonan tersebut sedikit demi ke wajan seperti membuat telur dadar. Setelah matang, isi dengan parutan kelapa yang telah dicampur dengan gula merah. Ketika digigit, kamu akan merasakan tekstur kue yang lembut dengan isian yang manis. Pas banget untuk jadi teman ngopi sore.

Rasa yang manis dan ukurannya yang tak begitu besar terkadang membuat kamu lupa diri saat menyantap jajanan pasar. Akhirnya kamu jadi menyantapnya terus menerus karena ketagihan. Namun bahayanya, kue-kue tradisional memiliki rasa yang manis dan menggunakan banyak gula. Jika dikonsumsi secara berlebihan tentunya tidak baik untuk kesehatan karena dapat meningkatkan risiko diabetes. Oleh karena itu jangan lupa minum hemaviton GluCare setiap hari. Kandungan Chromium Nicotinate, Zinc, dan Vitamin serta Mineral di dalamnya penting untuk menjaga Kadar Gula Darah kamu. Chromium Nicotinate bisa membantu meningkatkan sensitivitas jaringan tubuh terhadap insulin sehingga jaringan tubuh dapat menyerap gula darah dan mengubahnya menjadi energi sehingga kadar gula dalam darah tetap terjaga.

Related Story

Other Article

Kreasi Resep Makanan Kukusan Kamis, 07 Desember 2017

Kreasi Resep Makanan Kukusan